Pages

Labels

Diberdayakan oleh Blogger.

Categories

Kamis, 05 Desember 2013

Lambang Logo AMBALAN SMA Negeri 2 Kandangan


Makna Lambang :

   Gambar
Bintang : Kekuatan yang bersumber dari Ketuhanan Yang Maha Esa
Perisai Segilima : Kekuatan dan perlindungan atas dasar 5 sila (Pancasila)
Tunas Kelapa : Menandakan Gerakan Pramuka
Pita Putih : Semangat yang terus berkibar di dada warga sekolah/peserta didik yang dilandasi oleh putihnya hati dan sucinya pikiran
Padi dan Kapas : Cita-cita untuk terpenuhinya sandang, pangan, dan papan untuk kepramukaan

   Warna
Segitiga Biru : Kepercayaan pada kesejukan Trisatya
Kuning : Kebenaran dan Keagungan
Cokelat : Menggambarkan bumi yang hangat, nyaman dan aman

Lambang ini dibuat pada tahun 2013 lalu oleh seorang siswa dari SMA Negeri 2 Kandangan yang mana juga salah satu anggota Dewan Ambalan Gudep 0503-0504 Pangkalan SMAN 2 Kandangan yang memegang jabatan sebagai Wakil Ketua Ambalan putra SMANDAKA periode 2013-2014. Yaitu saya sendiri, Sa'adillah Mursyid dengan persetujuan dari Pembina Pramuka SMAN 2 Kandangan Pa Atmo Patria, SE, M.Pd dan Bu Sri Heldawati, S.Pd. serta Ka Mabigus selaku Kepala SMAN 2 Kandangan Ibu Jauhartati, S.Pd, M.Pd. pada waktu itu.

Baca juga :

Rabu, 13 Februari 2013

Manakala Hidupmu Tampak Susah Untuk Dijalani


Seorang professor berdiri di depan kelas filsafat dan mempunyai beberapa barang di depan mejanya. Saat kelas dimulai, tanpa mengucapkan sepatah kata, diamengambil sebuah toples mayones kosong yang besar dan mulai mengisi dengan bola-bola golf. Kemudian dia berkata pada para muridnya, apakah toples itu sudah penuh? Mahasiswa menyetujuinya.

Kemudian professor mengambil sekotak batu koral dan menuangkannya ke dalam toples. Dia mengguncang dengan
ringan. Batu-batu koral masuk, mengisi tempat yang kosong di antara bola-bola golf. Kemudian dia bertanya pada para muridnya, Apakah toples itu sudah penuh? Mereka setuju bahwa toples itu sudah penuh.

Selanjutnya profesor mengambil sekotak pasir dan menebarkan ke dalam toples...
Tentu saja pasir itu menutup segala
 sesuatunya. Profesor sekali lagi bertanya apakah toples sudah penuh? Para murid dengan suara bulat berkata, "Yaa!"

Profesor kemudian menyeduh dua cangkir kopi dari bawah meja dan menuangkan isinya ke dalam toples, dan secara efektif mengisi ruangan
  kosong di antara pasir. Para murid tertawa...

"Sekarang," kata profesor ketika suara tawa mereda, "
Saya ingin kalian memahami bahwa toples ini mewakili kehidupanmu." “Bola-bola golf adalah hal-hal yang penting - Tuhan, keluarga, anak-anak, kesehatan, teman dan para sahabat. Jika segala sesuatu hilang dan hanya tinggal mereka, maka hidupmu masih tetap penuh." "Batu-batu koral adalah segala hal  lain, seperti pekerjaanmu, rumah dan mobil."

"
Pasir adalah hal-hal yang lainnya - hal-hal yg sepele."

"
Jika kalian pertama kali memasukkan pasir ke dalam toples,"  lanjut profesor, "Maka tidak akan tersisa ruangan untuk batu koral ataupun untuk bola-bola golf. Hal yang sama akan terjadi dalam hidupmu."

"
Jika kalian menghabiskan energi untuk hal-hal sepele, kalian tidak akan mempunyai ruang untuk hal-hal yang penting buat kalian"

"Jadi..."

"
Berilah perhatian untuk hal-hal yang kritis untuk kebahagiaanmu. Bermainlah dengan anak-anakmu. Luangkan waktu untuk check up kesehatan. 

Ajak pasanganmu untuk keluar makan malam. Akan selalu ada waktu untuk membersihkan rumah,dan memperbaiki mobil atau perabotan."
"Berikan perhatian terlebih dahulu kepada bola-bola golf - Hal-hal yang benar-benar penting. Atur  prioritasmu. Baru yang terakhir, urus pasir-nya.

Salah satu murid mengangkat tangan dan bertanya, "
Kalau Kopi yg dituangkan tadi mewakili apa?"

Profesor tersenyum, "Saya senang kamu bertanya. Itu untuk menunjukkan kepada kalian, sekalipun hidupmu tampak sudah begitu penuh, tetap selalu tersedia tempat untuk secangkir kopi bersama sahabat"  :-)

Apa itu Sanguinis, Melankolis, Koleris dan Plegmatis ?


Pada kesempatan ini saya ingin berbagi ilmu kepada teman-teman tentang ciri-ciri, kekuatan, dan kelmahan dari 4 pola dasar watak manusia. Tulisan ini bersumber dari beberapa artikel dan blog yang dapat saling melengkapi yang saya peroleh dari surfing di internet.
Ada banyak manfaat yang bisa kita peroleh apabila kita kita memahami cirri, kekuatan, dan kelemahan tiap pola dasa watak manusia, terutama saat kita berinteraksi dengan orang lain dalam berbagai situasi dan kondisi.
Dalam kehidupan rumah tangga, apabila kita kurang memahami watak dari pasangan kita, maka pasangan suami-istri sering bertengkar terus-menerus, Dengan memahaminya, maka kita akan sangat terbantu sekali. Kita dapat mengerti mengapa suami tiba-tiba sangat marah ketika meja kerjanya yang berantakan diatur rapi.
Kita juga dapat memahami mengapa istri kita tidak mau nendengar sedikitpun pendapat kita, tak mau kalah, cenderung mempertahankan diri, selalu merasa benar dengan pendapatnya dan makin sengit bertengkar kalau kita mau coba-coba untuk mengalahkannya. Seorang ibu pun tak perlu bingung dan pusing oleh watak keras kepala anak–anaknya apabila mampu memahami anak-ananknya.
Kita juga akan mudah memahami mengapa pegawai kita mudah berjanji dan mudah \ melupakannya, “Oh ya, saya lupa” katanya sambil tertawa santai.
Sebagai contoh, seorang pemimpin perlu memahami watak dari para pegawainya, sehingga mengetahui bagaimana harus memperlakukan pegawainya, dan mengetahui bagaimana cara motivasi para pegawainya agar kinerja mereka produktif dan sesuai yang diharapkan..
Florence Litteur, penulis buku terlaris “Personality Plus” menguraikan, ada 4 (empat) pola watak dasar manusia, yaitu sanguinis, melankolis, koleris, dan plegmatis.

SANGUINIS (Yang Populer)
Mereka cenderung ingin populer, ingin disenangi oleh orang lain. Hidupnya penuh dengan bunga warna-warni. Mereka senang sekali bicara tanpa bisa dihentikan. Gejolak emosinya bergelombang dan transparan. Pada suatu saat ia berteriak kegirangan, dan beberapa saat kemudian ia bisa jadi menangis tersedu-sedu.
Namun orang-orang sanguinis ini sedikit agak pelupa, sulit berkonsentrasi, cenderung berpikir `pendek’, dan hidupnya serba tak beratur. Jika suatu kali anda lihat meja kerja pegawai anda cenderung berantakan, agaknya bisa jadi ia sanguinis. Kemungkinan besar ia pun kurang mampu berdisiplin dengan waktu, sering lupa pada janji apalagi bikin rencana. Namun kalau disuruh melakukan sesuatu, ia akan dengan cepat mengiyakannya dan terlihat sepertinya betul-betul hal itu akan ia lakukan. Dengan semangat sekali ia ingin buktikan bahwa ia bisa dan akan segera melakukannya. Tapi percayalah, beberapa hari kemudian ia tak lakukan apapun juga.
Seorang sanguinis mempunyai kekuatan dan kelemahan sebagai berikut :
Kekuatan : suka bicara, antusias, ekspresif, ceria, penuh rasa ingin tahu, hidup di masa sekarang, mudah berubah (banyak kegiatan/keinginan), berhati tulus, kekanak-kanakan, senang berkumpul (untuk bertemu dan bicara), umumnya hebat di permukaan, mudah berteman dan menyukai orang lain, senang dengan pujian, ingin menjadi perhatian, menyenangkan dan dicemburui orang lain, mudah memaafkan (tidak menyimpan dendam), mengambil inisiatif/menghindar dari hal-hal yang membosankan, spontanitas, serta seorang yang demonstratif dan emosional.
Kelemahan : suara dan tertawa yang keras, membesar-besarkan suatu hal, susah diam, mudah dikendalikan oleh keadaan/orang lain (suka nge-Gank), sering minta persetujuan, RKP! (Rentang Konsentrasi Pendek), banyak bicara saat bekerja dan melupakan kewajiban, mudah berubah-ubah, susah tepat waktu jam kantor, prioritas kegiatan kacau, mendominasi,percakapan, suka menyela dan susah mendengarkan dengan tuntas, sering mengambil permasalahan orang lain menjadi seolah-olah masalahnya, egoistis, sering berdalih dan mengulangi cerita-cerita yang sama, serta konsentrasi ke “How to spend money” daripada “How to earn/save money”.

MELANKOLIS (Yang Sempurna)
Mereka agak agak berseberangan dengan sanguinis. Seorang melankolis cenderung serba teratur, rapi, terjadwal, tersusun sesuai pola. Umumnya mereka ini suka dengan fakta-fakta, data-data, angka-angka dan sering sekali memikirkan segalanya secara mendalam. Dalam sebuah pertemuan, orang sanguinis selalu saja mendominasi pembicaraan, namun orang melankolis cenderung menganalisa, memikirkan, mempertimbangkan, lalu kalau bicara pastilah apa yang ia katakan betul-betul hasil yang ia pikirkan secara mendalam sekali.
Orang melankolis selalu ingin serba sempurna dan ingin teratur. Karena itu jangan heran jika balita anda yang `melankolis tak `kan bisa tidur hanya gara-gara selimut yang membentangi tubuhnya belum tertata rapi. Dan jangan pula coba-coba mengubah isi lemari yang telah ia disusun, sebab betul-betul ia tata-apik sekali, sehingga warnanya, jenisnya, klasifikasi pemakaiannya sudah ia perhitungkan dengan rapi. Kalau perlu ia tuliskan satu per satu tata letak setiap jenis pakaian tersebut. Ia akan dongkol sekali kalau susunan itu tiba-tiba jadi lain
Seorang melankolis mempunyai kekuatan dan kelemahan sebagai berikut :
Kekuatan : analitis, mendalam, dan penuh pikiran, serius dan bertujuan, terjadwal, artistik, musikal dan kreatif, sensitif, mau mengorbankan diri dan idealis, standar tinggi dan perfeksionis, senang perincian, tekun, serba tertib dan teratur (rapi), hemat, melihat masalah dan mencari solusi kreatif (sering terlalu kreatif), kalau sudah mulai, dituntaskan, berteman dengan hati-hati, puas di belakang layar, menghindari perhatian, mau mendengar keluhan, setia, serta sangat memperhatikan orang lain.
Kelemaan : cenderung melihat masalah dari sisi negatif, murung dan tertekan, mengingat yang negatif dan pendendam, mudah merasa bersalah dan memiliki citra diri rendah, lebih menekankan pada cara daripada tercapainya tujuan, tertekan pada situasi yang tidak sempurna dan berubah-ubah, terlalu menganalisa dan merencanakan (if..if..if..), standar tinggi, hidup berdasarkan definisi, sulit bersosialisasi, sensitif terhadap kritik yang menentang dirinya, sulit mengungkapkan perasaan (cenderung menahan kasih sayang), serta skeptis terhadap pujian). 

KOLERIS (Yang Kuat)
Mereka suka sekali mengatur orang, suka tunjuk-tunjuk atau perintah-perintah orang. Ia tak ingin ada penonton dalam aktivitasnya. Bahkan tamu pun bisa saja ia suruh melalukan sesuatu untuknya. Akibat sifatnya yang `bossy’ sehingga orang koleris tak punya banyak teman. Orang-orang berusaha menghindar, menjauh agar tak jadi `korban’ karakternya yang suka `ngatur’ dan tak mau kalah itu.
Orang koleris senang dengan tantangan, suka petualangan. Mereka punya rasa, “hanya saya yang bisa menyelesaikan segalanya; tanpa saya berantakan semua”. Karena itu mereka sangat “goal oriented”, tegas, kuat, cepat dan tangkas mengerjakan sesuatu. Baginya tak ada istilah tidak mungkin. Seorang wanita koleris, mau dan berani naik tebing, memanjat pohon, bertarung ataupun memimpin peperangan. Kalau ia sudah kobarkan semangat “ya pasti jadi”, maka hampir dapat dipastikan apa yang akan ia lakukan akan tercapai seperti yang ia katakan. Sebab ia tak mudah menyerah, serta tak mudah pula mengalah.
Seorang koleris mempunyai kekuatan dan kelebihan sebagai berkut :
Kekuatan : seorang leader, pengambil keputusan, dinamis, aktif, sangat memerlukan perubahan, berkemauan keras dalam mencapai sasaran, bebas dan mandiri, suka tantangan, berprinsip “Hari ini harus lebih baik dari kemarin, hari esok harus lebih baik dari hari ini”, solutif, praktis, dan bergerak cepat, mendelegasikan pekerjaan dan orientasi berfokus pada produktivitas, membuat dan menentukan tujuan, mau memimpin dan mengorganisasi, biasanya punya visi, serta unggul dalam keadaan darurat.
Kelemahan : tidak sabar dan cepat marah, senang memerintah, susah sedikit santai, menyukai kontroversi dan pertengkaran, terlalu kaku dan keras, tidak menyukai air mata dan emosi tidak simpatik, serta tidak suka yang bertele-tele, keputusan sering tergesa-gesa, banyak tuntutan pada orang lain, cenderung memperalat orang lain, menghalalkan segala cara demi tujuan, gila kerja, sulit minta maaf, mungkin selalu benar tetapi tidak popular.

PLEGMATIS (Cinta Damai)
Mereka tak suka terjadi konflik, karena itu disuruh apa saja ia mau lakukan, meski ia tidak suka. Baginya kedamaian adalah segalanya. Jika timbul masalah ia akan berusaha mencari solusi yang damai tanpa timbul pertengkaran. Ia mau merugi sedikit atau rela sakit, asalkan masalahnya segera selesai.
Kaum plegmatis kurang bersemangat, kurang teratur dan serba dingin, cenderung diam, kalem, dan kalau memecahkan masalah umumnya sangat menyenangkan. Dengan sabar ia mau jadi pendengar yang baik, tapi kalau disuruh untuk mengambil keputusan ia akan terus menunda-nunda. Kalau anda lihat tiba-tiba ada sekelompok orang berkerumun mengelilingi satu orang yang asyik bicara terus, maka pastilah para pendengar yang berkerumun itu orang-orang plegmatis. Sedang yang bicara tentu saja sanguinis.
Berurusan dengan orang plegmatis bisa serba salah. Ibarat keledai, “kalau didorong ngambek, tapi kalau dibiarin tiak jalan”. Jika kita punya pegawai plegmatis, anda harus rajin memotivasinya sampai ia termotivasi sendiri.
Seorang plegmatis mempunyai kekuatan dan kelemahan sebagai berikut :
Kekuatan : mudah bergaul, santai, tenang, teguh, sabar, pendengar yang baik, tidak banyak bicara, cenderung bijaksana, simpatik, baik hati, sering menyembunyikan emosi, kuat di bidang administrasi, cenderung ingin segalanya terorganisasi, penengah masalah yang baik, cenderung berusaha menemukan cara termudah,baik di bawah tekanan, menyenangkan dan tidak suka menyinggung perasaan, humoris,senang melihat dan mengawasi, peduli, serta mudah rukun dan damai
Kelemahan : cenderung tidak suka perubahan/kegiatan baru, takut dan khawatir, menghindari konflik dan tanggung jawab, keras kepala, sulit kompromi (karena merasa benar), terlalu pemalu dan pendiam, humor kering dan mengejek (sarkatis), kurang berorientasi pada tujuan, sulit bergerak dan kurang memotivasi diri, lebih suka sebagai penonton daripada terlibat, tidak senang didesak, serta suka menunda-nunda/menggantungkan masalah.
Setelah membaca uraian diatas, apakah sekarang anda sudah mengetahui anda masuk golongan apa?Lalu bagaimana dengan orang-orang terdekat anda, mereka masuk golongan apa? Jangan-jangan anda sekarang mulai mengerti mengapa suami-istri-anak-rekan anda berperilaku “seperti itu” selama ini. Dan anda pun akan tertawa sendiri mengingat-ingat berbagai perilaku dan kejadian selama ini.
Dalam diri manusia tidaklah memiliki waak yang identik seperti uraian diatas. Menurut Florence Litteur, dalam penelitiannya bahwa ternyata keempat watak itu pada dasarnya juga dimiliki setiap orang, hanya `kadar\nya. Oleh sebab itu muncullah beberapa kombinasi watak manusia, beberapa diantaransebagai berikut ini :
KOLERIS-SANGUINIS
Artinya kedua watak itu dominan sekali dalam mempengaruhi cara kerja dan pola hubungannya dengan orang lain. Di sekitar kita banyak sekali orang-orang koleris-sanguinis ini. Ia suka mengatur orang, tetapi juga senang bicara (dan mudah juga jadi pelupa).
KOLERI MELANKOLIS
Mungkin anda akan kurang suka bergaul dengan dia. Bicaranya dingin, kalem, baku, suka mengatur, tak mau kalah dan terasa kadang menyakitkan (walaupun sebetulnya ia tidak bermaksud begitu). Setiap jawaban anda selalu ia kejar sampai mendalam, sebab ia perfeksionis, tahu detail dan agak dingin.
Menghadapi orang koleris-melankolis, anda harus fahami saja sifatnya yang memang `begitu’ dan tingkatkan kesabaran anda. Yang penting sekarang anda tahu, bahwa ia sebetulnya juga baik, namun tampak di permukaan kadang kurang simpatik, itu saja.
PLEGMATIS-MELANKOLIS
Pembawaannya diam, tenang, tapi ingat semua yang anda katakan, akan ia pikirkan, ia analisa. Lalu saat mengambil keputusan pastilah keputusannya berdasarkan perenungan yang mendalam dan ia pikirkan matang-matang.
Banyak lagi tentunya kombinasi-kombinasi yang ada pada tiap manusia, tetapi yang penting adalah bagaimana memanfaatkannya dalam berbagai aktivitas hidup kita. Jika suami-istri saling mengerti sifat dan watak ini, mereka akan cenderung berusaha `memaafkan’ pasangannya. Lalu berusaha untuk menyikapinya secara bijaksana.
Dalam penerimaan pegawai untuk bidang-bidang yang membutuhkan tingkat ketelitian dan keteraturan yang tinggi, tempatkanlah orang-orang yang melankolis (yang sempurna). Untuk bagian promosi, iklan, resepsionis, MC, humas, wiraniaga, tentu tempatkanlah orang-orang sanguinis. Jangan posisikan orang-orang plegmatis di bagian penagihan ataupun penjualan, maka hasilnya pasti akan amat mengecewakan.
Manusia memang amat beragam. Muncul sedikit tanda tanya, diantara semua watak itu, mana yang paling baik?Jawabannya, menurut Florence, tak ada yang paling baik. Semuanya baik dan masing-masing pmempunyai kekuatan dan kelemaan tersendiri. Tanpa orang sanguinis, dunia ini akan terasa sepi. Tanpa orang melankoli, mungkin tak ada kemajuan di bidang riset, keilmuan dan budaya. Tanpa orang koleris, dunia ini akan berantakan tanpa arah dan tujuan. Tanpa orang plegmatis, tiada orang bijak yang mampu mendamaikan dunia.
Yang penting bukan mana yang terbaik, sebab kita semua bisa mengasah keterampilan kita berhubungan dengan orang lain(interpersonal skill). Seorang yang ahli dalam berurusan dengan orang lain, ia akan mudah beradaptasi dengan berbagai watak itu. Ia tahu bagaimana menghadapi sifat pelupa dan watak acaknya orang sanguinis, misalnya dengan memintanya untuk selalu buat rencana dan memintanya melakukan segera. Ia jago memanas-manasi (menantang) potensi orang koleris mencapai tujuannya, atau `membakar’ orang plegmatis agar segera bertindak saat itu juga. ”Inilah seninya”, kata Florence “dalam berinteraksi dengan orang lain”. Tentu saja awalnya adalah, “Anda dulu yang harus berubah”. Belajarlah jadi pengamat tingkah laku manusia…(lalu tertawalah)!


http://blognyayogi.wordpress.com/category/kepribadian-dan-karakter/

Menakib Almukarram Guru Sekumpul


Menakib Almukarram Guru Sekumpul


Yang dikarang oleh Al-Mukarram Al-Alim Al-Alamah H.Muhammad Hudhari


Telah berkata Almukarram bahwa nama diwaktu kecilnya adalah Qusyairi,beliau selalu berada disamping kedua orang tuanya dan neneknya yang bernama salbiyah yang memeliharanya dan mendidiknya dengan penuh kasih sayang hingga tertanamlah ilmu tauhid didalam dirinya.

Sepenglihatan hamba selama masa bergaul bahwa beliau adalah orang berakhlak tinggi lagi mulia walaupun beliau miskin dalam penghidupan namun tiada mengeluh atau mengadu2 kepada keluarganya.


Syahdan dan adalah hal hobinya membaca Alqur'an,itu sudah menjadi amaliyahnya dan pernah mengikuti jamaah alqira dimartapura,termasuk orang yang terbaik dan terkemuka,dan Almukarram adalah orang yanag hafiz Alqur'an.Dan pernah terjadi dikampung melayu tengah dimushalla hamba yang mana pada setiap tanggal 27 pada malam bulan ramadhan mengadakan khataman Alqu'an dan itu sudah menjadi adat turun temurun maka Almukarram Guru Sekumpul di undang oleh tuan Guru H.Anang Sya'rani untuk membacakan Ayat2 suci Alqur'an dikala Almukarram membacakan surat Annur maka banyaklah para hadirin yang kagum dan diantaranya ada yang menangis mengeluarkan air mata karena mendengarkan bacaan beliau.


Dan lagi dari perkataan beliau,dimasa belum baligh dan sampai baligh di pimpin secara ruhani oleh Al-Alamah Ali Janid (barau),dan oleh Al-alamah Al-Fadil H.Abdurrahman Shidik Safat ( tambilahan ),dan oleh Al-Alim Al-Alamah H.Syarwani Abdan ( bangil ) kemudian diserahkan kepada K.H.Abah Falak kemudian Abah Falak menyerahkan kepada Sayyid Muhammad bin Amin Khutbi,dari sayyid Muhammad Amin khutby inilah beliau banyak mendapatkan Syair2 qhosidah dan lagi Almukarram dapat pimpinan ruhani oleh maulana Syech Muhammad Arsyad Albanjari dan selanjutnya langsung dipimpin oleh Sayyidul Ambiya'i wal mursyalin Sayyidina Muhammad SAW.



Disaat beliau berumur 14 tahun dibukakan hijab oleh Allah Ta'ala ketika membaca tafsir Alqur'an "wakanallahu sami'an bashira".dan adalah halnya selalu sabar dan ridha dan kasih sayang dan tidak pemarah dan sangat pemurah,walaupun dipukuli oleh orang yang hasud dan dengki yang jumlahnya banyak namun beliau tidak pernah mengadu2kan kepada orang tuanya atau keluarganya bahkan beliau terima semua itu dengan sabar dan ridho kepada Allah SWT.


Dan hal lagi pernah menembak burung dengan senapan angin,manakala sampai dipadang karang tengah mendengarlah beliau akan suara zikir "LA ILAHA ILLALLAH"maka almukarram terus berjalan naik kekampung karang tengah untuk mencari suara asal suara zikir itu,ternyata zikir itu berasal dari makam Tuan Guru H.Abdullah Al-khotib maka langsunglah beliau berziarah maka setiap tengah malam bulan terang lazimlah beliau berziarah.


Dan pernah pula terjadi beliau melihat seperti lampu strongkeng terang naik keatas kemudian menyeberang turun dimakam kuburan jamaah Tuan Bajut danTuan Biduri,Al-alamah Abdul Wahb bugis dan fatimah,dan dimakam Al-Alamah H.Muhammad Syaid Wali bin Muhammad Amin di karang tengah dan beliau istiqomah berziarah didua makam itu pada tiap2 malam tersebut atau setengah dari karamatnya.


Dan halnya suka bersilaturahim menemui orang2 tua dikampung,dan beliau adalah termasuk orang yang muhibbin cinta kepada orang yang Alim dan orang yang Shaleh seperti Al-Arifbillah H.Zainal Ilmi bin H.somad Albanjari dalam pagar yang mana setiap kali beiau hendak pergi ke banjar pada hari2 tertentu maka Almukarram menunggu2 untuk bersalaman mencium tangan Guru Zainal Ilmi


Dan pada tahun 1958,Almukarram telah berkhadam kepada tuan Guru H.Baruddin di majelis maulud Alhabsy pada tiap malam jum'at dan beliau keluar membawakan jamuan miunuman dimajelis tersebut.,dan di tahun yang sama beliau pernah menemukan hamba (guru Hudhari) didalam kelas hendak meminjam kitab faraid tahafatus saniah utk menyalin menulis.dan pada tahun 1959 guru hudari tamat darussalam,,kemudian pada tahun 1960,Guru hudhari di suruh oleh Tuan Guru H.Semman Mulia untuk balas budi ( mengajar )di darussalam,sedangkan Almukarram Zaini Abdul Ghani baru lulus setahun kemudian,dan teman sekalasnya yaitu Guru Masdar sungai tuan.


Setelah Almukarram Zaini Abdul Ghani tamat di darussalam pada tahun 1961 beliau menueruskan mengaji kitab kepada Tuan Guru H.Sya'rani Arif dikampung melayu kitab fiqih dan tafsir dan disuruhkan mengajar didarussalam martapura.kemudian tidak berapa lama beliau beristirahat dan istiqamah dirumahnya dan beliau membuka majelis maulid sambil membaca kitab2.pada tiap2 malam selasa hadist,dan malam rabu tafsir dan siang hari rabu ihya Ulumuddin.dan beliau suka memberi makan jamuan pada tiap2 setiap tamu yang datang kerumahnya dan suka berhadiah uang kepada siapa yang dikehendakinya apalagi di hari pengajiannya.,dan setiap pengajian hari rabu beliau memberi makanan nasi dan minuman terkadang roti.



Dan lagi perkataan Abah Guru Sekumpul bahwa beliau pernah bermimpi bertemu Sayyidina Hasan dan Husin yang keduanya memberikan pakaian dan memasangkan kepada nya lengkap dengan surban kemudian keduanya memberikan nama “ Zainal Abidin “,setelah bangun beliau menghabarkan akan mimpinya itu kepada ayahnya kemudian ayahnya mengubah nama beliau yang dulunya Qusyairi menjadi Muhammad Zaini.dan lagi dari perkataan beliau bahwa ia belajar mengenai nur muhammad kepada Al-Alim Al-Alamah Muhammad bin Salman Alfarasi (guru Gadung) atas petunjuk dari Al-Alim Al-Alamah Ali janid (barau)dan lagi Almukarram berkata bahwa aku mendapatkan khususiyat dan anugerah dari Allah Swt berupa kasyaf hissi malihat dan mendengar apa2 yang terdinding.


Dan pada ketika sewaktu halnya Almukarram bejalan maka rerumputan,batu dan pohon memberi salam serta menyebutkan manfaat2 dan kelebihan kepada beliau seperti untuk keperluan pengobatan dan lainnya maka itulah setengah dari pada karamah Abah Guru Sekumpul.

Dan adapun Almukarram itu suka menghidupkan kembali amalan2 dan tariqat yang diamalkan oleh maulana Syech Muhammad Arsyad Albanjari.karena itu majelis yang beliau pimpin baik majelis ilmu atau majelis amaliah seperti majelis Syech Abdul Qadir Aljailani yang selalau dipenuhi oleh para penuntut ilmu yang semakin hari semakin bertambah2.baik dari dalam negeri ataupun dari luar negri.


Dan adalah halnya lagi suka membaca maulid nabi SAW setiap malam Senin bersama orang banyak dalam majelis Amaliyah yang mana hadir pada waktu itu jamaah dari berbagai kalangan,baik dari kalangan masyarakat biasa sampai para pejabat rendah dan tinggi.baik didalam daerah maupun di luar daerah yang mana jumlahnya puluhan ribu,hal ini disebabkan karena mereka itu cinta dan sangat menyayangi serta menghormati beliau.

dan pada setiap malam jumat beliau membaca dalail khairat dan qosidah burdah serta maulid Ajab bersama orang banyak sebagai mana malam senin.dan setiap kali beliau membaca maulid rasul (simtudduror) karangan Habib Ali bin Muhammad bin Husin Alhabsysi atau maulid al-‘azab karangan Syech Muhammad Al-‘azab beliau tiada lupa menyertakan pada permulaan atau pertengahan atau penghabisan akan membaca Qasidah2 yang mubarrak dan jarang jarang di tinggalkannya.karena membaca membaca qosidah2 yang mubarrak itu itu memang sudah hobinya sejak kecil.


Dan pada tahun 1992 Almukarram Muhammad Zaini Abdul Ghoni minta bukakan kepada kepada hamba (Guru hudari) pelatihan untuk mempelajari terbang Maulana Syech Muhammad Arsyad Albanjari di sekumpul yaitu Ya Syehona Ya Semman ... hingga berhasil selesai tamat.dan setiap kali mengadakan haul Syech Semman Almadani di mushalla Arraudah maka dilaksanakan dan digunakan terbang besar oleh Abah Guru Sekumpul.


Dan pada tahun 1996 hamba ( Guru hudari) berada dimekkah untuk menunaikan ibadah Haji maka hamba diminta oleh Habib Ahdal mekkah bermalam di rumahnya dan Almukaram telah menelpon kepada hamba menghabarkan bahwa beliau akan mengadakan haul Syech Seman Almadani di sekumpul secara besar2an yaitu haul Akbar.maka hamba sangat terharu dan sewaktu hamba tawaf di baitullah telah nampak hamba melihat dangan nyata bahwa Almukarram Muhammad Zaini Ghani berjalan tawaf dihadapan hamba maka ketika sampai dihadapan hajar aswad tiada dapat hamba lihat lagi akan beliau.kemudian hamba habarkan kejadian itu kepada beliau melalui telpon maka jawabnya jangan dihabarkan kepada orang2 yang terjadi itu,maka didalam lembaran kertas ini terbuka lah kejadian tersebut.


Dan pula adalah halnya suka membina membangun kubah2 seperti dikarang tengah kuburan Tuan Bajut,Tuan Biduri,Al-alim Al-Alamah H.abdul wahab bugis,dan fatimah dalam suatu Kubah dan Kuburan Al-Alim Al Alamah H.Muhammad Sa'id Wali bin Muhammad Amin dan setelah itu kemudian Almukarram telah membeli tanah yang luas spenjang jalan untuk jalanan masuk kubah Al-Alil Al Alamah Fadhil H. Abdullah Alkhotib di seberangannya.


Dan pula halnya Almukarram termasuk pelopor pembangunan komplek pembangunan makam Maulana Syech Muhammad Arsyad Albanjari yang dibangun sejak tanggal 13 safar 1417 H bertepatan tanggal 29 juni 1996 M.bersama dengan pengurus yayasan ikhuwat Zuriat Maulana Syech Muhammad Arsyad Abanjari yang mana pada waktu itu di ketua oleh H.Salmani bin Al-Alim Alfadil H.marzauki bersama H.Muhammad zayadi bin Ahmad selaku sekretaris.


Dan pada perkataan Almukarram sebagai amanah kepada pelaksana pembangunan,kalau handak mengumpulkan dana keuangan cukup menunggu di kubah saja jangan meminta minta atau menjalankan kotak sumbangan.. Alhamdulillah segala gagasan beliau setelah dilaksanakn oleh panitia pembangunan semuanya berjalan dengan lancar dan sumbangan selalu berdatangan baik dari dalam daerah mauapun luar daerah dan dari segala macam kalangan sehingga dalam jangka waktu kurang lebih satu tahun pada tanggal 2 sya'ban 1418 H,bertepatan pada tanggal 2 desember 1997 selesai sekaligus peresmian pembukaan mejelis ta'lim sabilal Muhtadin oleh Guru Sekumpul bersama gebernur H Hasan Aman,pada malam rabu di ruang tengah komplek makam tersebut.


Syahdan AlMukaram Zaini Abdul Ghani dilahirkan di tunggul irang martapura pada malam rabu jam setengah dua,pada tanggal 27 muharram tahun 1361 H. dan telah wafat pada pagi dini hari rabu (waktu subuh) tanggal 5 rajab 1426 H.bertepatan pada tanggal 10 agustus 2005.


Demikianlah hikayat dan riwayat Al-Mukarram Al-Alim Al-Alamah H.Muhammad Zaini bin Abdul Ghani (Guru Sekumpul)...


Diambil dari buku Riwayat Al-Mukarram Al-Alim Al-Alamah H.Muhammad Zaini bin Abdul Ghani Albanjari yang disusun dan dikarang oleh Al-Mukarram Al-Alim Al-Alamah H.Muhammad Hudhari bin hasnah binti Al-alim Alfadil H.Abdullah Alkhotib bin AlAlim Alfadil H.Muhammad sholih bin Khalifah H.hasanuddin bin AlAlim Al-Alamah Assyech Muhammad Arsyad Albanjari (datu kelampayan).


Akhirnya saya yang menulis kembali Atas menakib yang dikarang oleh Al-Mukarram Al-Alim Al-Alamah H.Muhammad Hudhari memohon ampun dan maaf apabila ada salah dan khilaf baik yang disengaja atau tidak disengaja karena saya merasa banyak sekali kekurangan dalam diri saya yang hina ini.karena kesempurnaan hanyalah milik Allah Semata dan diperlihatkan oleh Allah ksempurnaan itu Dalam bentuk Rasullullah,Rasulullah lah sebagus bagusnya mahluk....


Semoga Allah menurunkan Rahmat pada kita sekalian baik penulis maupun pembaca agar selalu dilimpahi rahmat serta kasih sayang oleh Allah berkat Abah Guru Sekumpul Amiiiinnn..



Saat-Saat Kelahiran Abah Guru Sekumpul


Bertepatan kedatangan tentara Jepang Tahun 1942 ke Martapura . Fitnah sungguh merajalela, keluarga, Abdul Ghani mengungsikan keluarganya mencari tempat yang paling aman, agar istrinya dapat melahirkan dengan selamat. Dengan sembunyi-sembunyi dibawalah istrinya yang sudah hamil tua tersebut, bersama ibu (Salabiah), dengan menggunakan jukung (perahu kecil) melewati sawah dan sungai menuju Desa Tunggul Irang Seberang, menuju ke rumah salah seorang paman Salabiah yang bernama Abdullah, dimana rumahnya berdampingan dengan rumah Tuan Guru H. Abdurrahman tokoh ulama masyarakat Tunggul Irang Seberang. Meskipun Masliah bukanlah keponakan ujud (langsung) dari Paman Abdullah, perhatian dan perlakuan beliau terhadap mereka sangatlah baik, padahal kehidupan beliau sendiri sangatlah kekurangan.

Dipilihnya Desa Tunggul Irang Seberang sebagai tempat untuk berlindung adalah karena dianggap paling aman di saat itu. Selama masa Tuan Guru H. Adu (Panggilan Tuan Guru H. Abdurrahman) tinggal dan dibesarkan di Desa Tunggul Irang tersebut, tentara kolonial tidak pernah menginjakkan kakinya di desa ini. Sebab setiap kali akan menuju desa tersebut, selalu saja mendapat halangan dan rintangan yang tidak terduga, sebagaimana beberapa kali perahu tentara Belanda yang akan melewati Desa Tunggul Irang selalu saja kandas dan tenggelam, dengan alasan yang tidak dimengerti oleh mereka.

Baru beberapa hari tinggal di Desa Tunggul Irang Seberang, tibalah waktunya Masliah akan melahirkan anaknya. Dikala malam bertambah larut, waktu yang terbaik untuk munajat kepada Sang Khalik, ketika angin bertiup lembut, Masliah melahirkan bayinya yang pertama. Malam itu, tepatnya Rabu tanggal 27 Muharram 1361 H bertepatan dengan 11 Februari 1942  M, seorang bayi laki-laki mungil lagi montok telah lahir, berkat bantuan seorang bidan yang bernama Datu Anjang. Beliau adalah nenek Tuan Guru Husein Dahlan yang merupakan sepupu dua  kali dengan Masliah.

Sekalipun kehadiran bayi tersebut di malam hari yang kelam, sekelam dan sepekat nasib negeri dan bangsa ini ketika itu, namun betapa bahagia dan bersyukurnya sang ayah, apalagi bagi sang ibu yang telah mengandungnya selama lebih sembilan bulan lamanya.

Sungguh diluar dugaan, bayi yang baru lahir di saat orang-orang sedang terlelap dalam tidurnya, seharusnya terjaga akibat mendengar tangisannya, sebagaimana layaknya bayi-bayi lain yang baru lahir, ternyata sang bayi tidak menangis, hanya diam tidak sedikitpun mengeluarkan suara. Matanya tertutup, seperti tidak ada tanda kehidupan. Kejadian itu berlangsung selama hampir satu jam lamanya. Warna kulit badannya sudah mulai membiru. Berbagai macam usaha sudah dicoba, namun bayi itu masih diam, tak ada jerit tangis, sampai-sampai neneknya Salabiah yang juga hadir saat kelahiran bayi tersebut berkata :
“Mati jua cucuku…?”
Bayi yang keadaannya membuat cemas itu kemudian dibawa pergi ke rumah Tuan Guru H. Abdurrahman untuk mendapatkan pertolongan. Setibanya di hadapan Tuan Guru H. Adu, bayi tersebut dipeluk dan ditiupi beliau dengan do’a-do’a, hingga akhirnya samar-samar mulai tampak tanda-tanda kehidupan, nafas sang bayi mulai turun naik, warna kulitnya berangsur-angsur menjadi kemerah-merahan, dan tangisnya pun mulai terdengar.

Sejak tangis sang bayi sudah mulai terdengar, syukur dan puji dihaturkan keharibaan Allah yang Maha Kuasa, sebab Dia-lah yang menghidupkan dan Dia pula yang mematikan, Dia-lah yang merubah dari gelap menjadi terang. Bayi yang tangisannya mulai terdengar, pertanda haus dan lapar telah merasuki perasaannya, maka sang bayi pun diserahkan kepada ibunya yang akan menyusuinya, membelainya dengan sentuhan lembut, serta memberikan perhatian dengan kasih dan sayang.

Bayi yang berada dalam pelukan ibunya terus menangis, hingga keluarga yang hadir ikut berusaha untuk membuatnya terlena dalam pangkuan ibunya. Ibunya berusaha memberikan air susu. Namun tetaplah bayi tersebut menangis. Begitulah seterusnya, bayi tersebut selalu menolak saat diberikan air susu ibunya, apalagi minuman lain. Setelah berjam-jam menangis, bayi yang baru lahir tersebut akhirnya dibawa lagi kepada Tuan Guru H. Adu untuk meminta kembali bantuan beliau.

Sesudah diterima kembali oleh beliau bayi yang masih menangis itu dipangkuannya, beliau menjulurkan lidahnya ke mulut bayi. Maka bayi itupun menghisap lidah beliau dengan lahapnya, seakan-akan ia menyusu kepada ibunya. Setelah ia puas menghisap lidah Tuan Guru H. Adu, maka lidah itupun dilepasnya, sehingga berhenti pulalah tangisan sang bayi. Kejadian seperti ini berulang-ulang hingga beberapa kali.

Suatu ketika Masliah mencoba menyusui anaknya di dalam kamar yang tertutup, tanpa ada orang yang melihat. Tak disangka bayi itu mulai menghisap susu ibunya. Maka mengertilah Masliah bahwa bayinya tersebut seakan-akan enggan menyusu bila dilihat oleh orang lain. Sang bayi sepertinya berusaha memelihara ibunya dari membuka aurat di hadapan orang lain.  Mungkinkah ini salah satu pertanda akan ‘kemuliaan’ sang bayi di masa hidupnya kelak?

Pada hari keenam belas setelah kelahiran tersebut, bayi kecil yang kelihatan masih lemah itu diboyong oleh orang tuanya dari tempat kelahirannya, pindah ke tempat lain, ke sebuah rumah kecil antara Desa Pasayangan dan Desa Keraton Martapura, berjarak kurang lebih satu kilometer dari Desa Tunggul Irang Seberang Martapura, di tempat inilah mereka akan memulai kehidupan yang baru.

Tetapi bagaimanapun juga tempat kelahiran adalah sebuah kenangan. Setiap anak manusia di manapun di dunia ini, tanah kelahiran selalu menyisakan kenangan yang amat khusus, pada gilirannya -seiring berlalunya waktu- ia akan tetap meninggalkan nostalgia, walaupun sekilas riwayat dan cerita didengarnya dari penuturan orang tua tentang tempat kelahiran dan kejadian sesudah kelahirannya, suatu ketika akan terkenang dalam kehidupan setiap orang.

Mungkin yang sangat berkesan justru masyarakat Desa Tunggul Irang Seberang itu sendiri, bahwa desa mereka ditakdirkan oleh Allah Yang Maha Kuasa menjadi persada bagi kelahiran seorang putra yang mereka kenal dari kalangan keluarga yang sangat sederhana namun bermartabat serta berbudi. Sebagaimana masyarakat Islam, baik di dalam maupun di luar negeri mengenalnya di kemudian hari sebagai “Al al-‘Alimul ‘Allamah Al ‘Arif billah As Syeikh Muhammad Zaini Bin Abdul Ghani” dari Martapura.

Saat akan meninggalkan Desa Tunggul Irang Seberang, atas do’a dan restu Tuan Guru H. Adu, Abdul Ghani dan istrinya Masliah beserta bayinya yang diberi nama Muhammad Qusyairi[1], beranjak pulang dengan menggunakan sebuah mobil yang disebut masyarakat sekitar dengan Mobil Jamban. Di masa penjajahan Jepang yang terkenal kejam, rasa was-was akan keselamatan menghantui masyarakat Martapura pada masa itu, rombongan di mobil itupun merasakan kekhawatiran serupa. Akhirnya kecemasan yang mencekam  dalam perjalanan pulang itu sirna sudah, rombongan sampai ketujuan dengan selamat berkat bantuan seorang Habib bernama Habib Hasan, yang ikut mengantar mereka hingga ke tujuan. Padahal di hari itu, tidaklah berbeda dengan hari-hari sebelumnya, patroli-patroli dari tentara penjajah yang bertikai masih berkeliaran dimana-mana, namun seakan-akan mereka tidak mendengar atau melihat mobil yang melintas di hadapan mereka, hingga akhirnya sampailah rombongan dengan selamat ke tujuan.

Moga dengan mengisahkan para Aulia Allah akan turun Rahmat bagi kita semua … aamiin

Foto ini adalah Tuan Guru H. Adu (Panggilan Tuan Guru H. Abdurrahman)

Tuan Guru Haji Abdurrahman (Guru Adu Tunggul Irang) bin Tuan Guru Haji Zainuddin Al-Banjari.  Tuan Guru Haji Abdurrahman (guru Adu) yang setiap malam mengaji kepada gurunya Tuan Guru Haji Said Wali al-Banjari sehingga ia dapat menguasai berbagai ilmu pengetahuan Agama. selain itu beliau juga belajar kepada Tuan Guru Haji Kasyful Anwar al-Banjari di kampung Melayu Martapura


Kewajiban Seorang Muslim Terhadap Sesama Muslim Lainnya


Hak/kewajiban seorang muslim atas muslim lainnya, yaitu : “Menjenguknya apabila sakit, mengiringi jenazahnya apabila meninggal, memenuhi undangannya, mengucapkan salam apabila bertemu, mendo'akan YARHAMUKALLAAH (semoga Allah memberimu rahmat) apabila bersin, dan menasehatinya apabila tidak hadir atau hadir.”.

Dalilnya :

حَدَّثَنَا مُحَمَّدٌ حَدَّثَنَا عَمْرُو بْنُ أَبِي سَلَمَةَ عَنْ الْأَوْزَاعِيِّ قَالَ أَخْبَرَنِي ابْنُ شِهَابٍ قَالَ أَخْبَرَنِي سَعِيدُ بْنُ الْمُسَيَّبِ أَنَّ أَبَا هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ حَقُّ الْمُسْلِمِ عَلَى الْمُسْلِمِ خَمْسٌ رَدُّ السَّلَامِ وَعِيَادَةُ الْمَرِيضِ وَاتِّبَاعُ الْجَنَائِزِ وَإِجَابَةُ الدَّعْوَةِ وَتَشْمِيتُ الْعَاطِسِ تَابَعَهُ عَبْدُ الرَّزَّاقِ قَالَ أَخْبَرَنَا مَعْمَرٌ وَرَوَاهُ سَلَامَةُ بْنُ رَوْحٍ عَنْ عُقَيْلٍ

Telah menceritakan kepada kami Muhammad telah menceritakan kepada kami 'Amru bin Abu Salamah dari Al Awza'iy berkata, telah mengabarkan kepada saya Ibnu Syihab berkata, telah mengabarkan kepada saya Sa'id bin Al Musayyab bahwa Abu Hurairah radliallahu 'anhu berkata; Aku mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Hak muslim atas muslim lainnya ada lima, yaitu; menjawab salam, menjenguk yang sakit, mengiringi jenazah, memenuhi undangan dan mendoakan orang yang bersin". Hadits ini diriwayatkan pula oleh 'Abdur Razaq berkata, telah mengabarkan kepada kami Ma'mar dan meriwayatkan kepadanya Salamah bin Rauh dari 'Uqail. (HR. Bukhori No.1164)

حَدَّثَنِي حَرْمَلَةُ بْنُ يَحْيَى أَخْبَرَنَا ابْنُ وَهْبٍ أَخْبَرَنِي يُونُسُ عَنْ ابْنِ شِهَابٍ عَنْ ابْنِ الْمُسَيَّبِ أَنَّ أَبَا هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَقُّ الْمُسْلِمِ عَلَى الْمُسْلِمِ خَمْسٌ ح و حَدَّثَنَا عَبْدُ بْنُ حُمَيْدٍ أَخْبَرَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ أَخْبَرَنَا مَعْمَرٌ عَنْ الزُّهْرِيِّ عَنْ ابْنِ الْمُسَيَّبِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ خَمْسٌ تَجِبُ لِلْمُسْلِمِ عَلَى أَخِيهِ رَدُّ السَّلَامِ وَتَشْمِيتُ الْعَاطِسِ وَإِجَابَةُ الدَّعْوَةِ وَعِيَادَةُ الْمَرِيضِ وَاتِّبَاعُ الْجَنَائِزِ قَالَ عَبْدُ الرَّزَّاقِ كَانَ مَعْمَرٌ يُرْسِلُ هَذَا الْحَدِيثَ عَنْ الزُّهْرِيِّ وَأَسْنَدَهُ مَرَّةً عَنْ ابْنِ الْمُسَيَّبِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ

Telah menceritakan kepadaku Harmalah bin Yahya; Telah mengabarkan kepada kami Ibnu Wahb; Telah mengabarkan kepadaku Yunus dari Ibnu Syihab dari Ibnu Al Musayyab bahwa Abu Hurairah berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Kewajiban seorang muslim terhadap sesama muslim ada lima: (1) Menjawab salam. (2) Mendoakan yang bersin. (3) Memenuhi undangan. (4) Mengunjungi yang sakit, dan (5) Ikut mengantar jenazah." Dan telah menceritakn kepada kami Abdu bin Humaid telah mengabarkan kepada kami Abdur Razzaq telah mengabarkan kepada kami Ma'mar memursalkan Hadits ini dari Az Zuhri dan pernah menyandarkannya dari Ibnu Al Musayyab dari Abu Hurairah. (HR. Muslim No.4022)

وَبِإِسْنَادِهِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ خَمْسٌ مِنْ حَقِّ الْمُسْلِمِ عَلَى الْمُسْلِمِ رَدُّ التَّحِيَّةِ وَإِجَابَةُ الدَّعْوَةِ وَشُهُودُ الْجِنَازَةِ وَعِيَادَةُ الْمَرِيضِ وَتَشْمِيتُ الْعَاطِسِ إِذَا حَمِدَ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ

Masih melalui jalur periwayatan yang sama seperti hadits sebelumnya, dan dengan sanadnya dari Abu Hurairah, dia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam Bersabda: "Lima kewajiban seorang muslim atas muslim lainnya; menjawab salam, memenuhi undangan, menghantarkan jenazah, menjenguk orang sakit dan mendoakan orang yang bersin jika ia memuji Allah 'azza wajalla." (HR. Ahmad No.8047)

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ دَاوُدَ بْنِ سُفْيَانَ وَخُشَيْشُ بْنُ أَصْرَمَ قَالَا حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ أَخْبَرَنَا مَعْمَرٌ عَنْ الزُّهْرِيِّ عَنْ ابْنِ الْمُسَيِّبِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ خَمْسٌ تَجِبُ لِلْمُسْلِمِ عَلَى أَخِيهِ رَدُّ السَّلَامِ وَتَشْمِيتُ الْعَاطِسِ وَإِجَابَةُ الدَّعْوَةِ وَعِيَادَةُ الْمَرِيضِ وَاتِّبَاعُ الْجَنَازَةِ

Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin dawud bin Sufyan dan Khusyaisy bin Ashram keduanya berkata; telah menceritakan kepada kami Abdurrazaq berkata, telah mengabarkan kepada kami Ma'mar dari Az Zuhri dari Ibnul Musayyab dari Abu Hurairah ia berkata, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Lima hal yang wajib dilakukan oleh seorang muslim kepada saudaranya; menjawab salam, menjawab bersin, memenuhi undangan, menjenguk saat sakit dan ikut mengiringi jenazah." (HR. Abu Daud No.4375)

حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ بِشْرٍ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ عَمْرٍو عَنْ أَبِي سَلَمَةَ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ خَمْسٌ مِنْ حَقِّ الْمُسْلِمِ عَلَى الْمُسْلِمِ رَدُّ التَّحِيَّةِ وَإِجَابَةُ الدَّعْوَةِ وَشُهُودُ الْجِنَازَةِ وَعِيَادَةُ الْمَرِيضِ وَتَشْمِيتُ الْعَاطِسِ إِذَا حَمِدَ اللَّهَ

Telah menceritakan kepada kami Abu Bakr bin Abu Syaibah berkata, telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Bisyr dari Muhammad bin Amru dari Abu Salamah dari Abu Hurairah ia berkata, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Lima hak seorang muslim atas muslim lainnya; menjawab salam, memenuhi undangan, mengiringi jenazah, menjenguk di kala sakit, dan menjawab bersin jika ia bertahmid (mengucapkan Al Hamdulillah)." (HR. Ibnu Majah No.1425)

أَخْبَرَنَا قُتَيْبَةُ قَالَ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ مُوسَى عَنْ سَعِيدِ بْنِ أَبِي سَعِيدٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لِلْمُؤْمِنِ عَلَى الْمُؤْمِنِ سِتُّ خِصَالٍ يَعُودُهُ إِذَا مَرِضَ وَيَشْهَدُهُ إِذَا مَاتَ وَيُجِيبُهُ إِذَا دَعَاهُ وَيُسَلِّمُ عَلَيْهِ إِذَا لَقِيَهُ وَيُشَمِّتُهُ إِذَا عَطَسَ وَيَنْصَحُ لَهُ إِذَا غَابَ أَوْ شَهِدَ

Telah mengabarkan kepada kami Qutaibah dia berkata; telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Musa dari Sa'id bin Abu Sa'id dari Abu Hurairah Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Hak orang mukmin terhadap mukmin yang lainnya ada enam hal: menjenguknya jika ia sakit, menyaksikannya jika ia meninggal dunia, memenuhi panggilannya jika ia mengundang, mengucapkan salam kepadanya jika bertemu, mendo'akannya jika ia bersin dan menasehatinya jika ia tidak nampak atau hadir." (HR. An Nasa’I No.1912)

حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ مُوسَى الْمَخْزُومِيُّ الْمَدَنِيُّ عَنْ سَعِيدِ بْنِ أَبِي سَعِيدٍ الْمَقْبُرِيِّ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لِلْمُؤْمِنِ عَلَى الْمُؤْمِنِ سِتُّ خِصَالٍ يَعُودُهُ إِذَا مَرِضَ وَيَشْهَدُهُ إِذَا مَاتَ وَيُجِيبُهُ إِذَا دَعَاهُ وَيُسَلِّمُ عَلَيْهِ إِذَا لَقِيَهُ وَيُشَمِّتُهُ إِذَا عَطَسَ وَيَنْصَحُ لَهُ إِذَا غَابَ أَوْ شَهِدَ قَالَ هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ وَمُحَمَّدُ بْنُ مُوسَى الْمَخْزُومِيُّ الْمَدَنِيُّ ثِقَةٌ رَوَى عَنْهُ عَبْدُ الْعَزِيزِ بْنُ مُحَمَّدٍ وَابْنُ أَبِي فُدَيْكٍ

Telah menceritakan kepada kami Qutaibah telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Musa Al Makhzumi Al Madani dari Sa'id bin Abu Sa'id Al Maqburi dari Abu Hurairah ia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Hak seorang mukmin atas mukmin lainnya ada enam, yaitu; menjenguknya apabila sakit, mengiringi jenazahnya apabila meninggal, memenuhi undangannya, mengucapkan salam apabila bertemu, mendo'akan YARHAMUKALLAAH (semoga Allah memberimu rahmat) apabila bersin, dan menasehatinya apabila tidak hadir atau hadir." Perawi berkata; Hadits ini hasan shahih, adapun Muhammad bin Musa Al Makhzumi Al Madani adalah tsiqah, Abdul Aziz bin Muhammad dan Ibnu Abu Fudaik telah meriwayatkan hadits darinya. (HR. At Tirmidzi No.2661)

حَدَّثَنَا أَبُو سَعِيدٍ حَدَّثَنَا إِسْرَائِيلُ عَنْ أَبِي إِسْحَاقَ عَنِ الْحَارِثِ عَنْ عَلِيٍّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لِلْمُسْلِمِ عَلَى الْمُسْلِمِ مِنْ الْمَعْرُوفِ سِتٌّ يُسَلِّمُ عَلَيْهِ إِذَا لَقِيَهُ وَيُشَمِّتُهُ إِذَا عَطَسَ وَيَعُودُهُ إِذَا مَرِضَ وَيُجِيبُهُ إِذَا دَعَاهُ وَيَشْهَدُهُ إِذَا تُوُفِّيَ وَيُحِبُّ لَهُ مَا يُحِبُّ لِنَفْسِهِ وَيَنْصَحُ لَهُ بِالْغَيْبِ حَدَّثَنَا حُسَيْنٌ حَدَّثَنَا إِسْرَائِيلُ عَنْ أَبِي إِسْحَاقَ عَنِ الْحَارِثِ فَذَكَرَ نَحْوَهُ بِإِسْنَادِهِ وَمَعْنَاهُ

Telah menceritakan kepada kami Abu Sa'id Telah menceritakan kepada kami Israil dari Abu Ishaq dari Al Harits dari Ali, dia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: " (Hak) bagi seorang muslim dari muslim yang lainnya dalam kebaikan ada enamhal; mengucapkan salam apabila bertemu dengannya, menjawab do'a apabila dia bersin, menjenguknya apabila sakit, mendatangi undangannya apabila diundang, melayatnya ketika meninggal dan mencintainya seperti mencintai dirinya sendiri serta menasehatinya ketika tidak ada." Telah menceritakan kepada kami Husain Telah menceritakan kepada kami Israil dari Abu Ishaq dari Al Harits. Kemudian dia menyebutkan hadits yang semakna dengan sanad dan maknanya." (HR. Ahmad No.636 dan No.7922)

Dan masih banyak lagi dalil-dalil yang yang lainnya yang hampir sama dengan dalil diatas.

Penulis : Muhammad Shulfi bin Abunawar Al ‘Aydrus.

محمد سلفى بن أبو نوار العيدروس

Group Majelis Nuurus-Sa'aadah : http://www.facebook.com/groups/160814570679672/



 

Blogroll

Note by Admin :

Syukran telah berkunjung.. Salam Ukhuwah Fillah.. ^o^